Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

Posted by EXCEL & VBA TUTORIAL On 22.17
http://maramissetiawan.files.wordpress.com/2009/09/crying.jpg
Lihatlah di sampingmu
Rasakan apa yang ada di hatimu
Tak perlu kau sesali hidup ini
Takdir kan berbicara untukmu nanti

Memang hidup harus begini
Menjadi manusia yang sejati
Terima apapun yang Tuhan beri
Membuatmu lebih kuat suatu hari nanti

Biarkan semua mengalir bagai air
Kerikil, sampah, batu besar 
Akan selalu ada dalam hidupmu
Tidak selalu dan selamanya
Cita dan asa menjadi kenyataan

Terkadang, air mata pengorbanan
Kasih sayang dan sebongkah harapan
Tak cukup untuk mewujudkan
Segala cita dan asa menjadi kenyataan

Jika memang harus dilakukan
Maka lakukanlah demi apa yang kamu inginkan
Jika memang harus kau tinggalkan
Tinggalkanlah tanpa menoleh sedikitpun kebelakang

Walau hati terasa perih
Walau air mata berganti darah
Semuanya kan sia - sia
Jika hati tak menerima apa adanya

Untuk apa menangisi dia
Yang telah membuat luka
Lebih baik hidup untuk orang tua
Akan membuatmu merasa lebih bermakna

Rabu, 23 Oktober 2013

Posted by EXCEL & VBA TUTORIAL On 21.35

Begawan Abiyoso


Prabu Kresnadipayana dan Begawan-abiyasaPrabu Abyasa anak Prabu Palasara, raja Hastinapura juga menggantikan Prabu Palasara. Prabu Abyasa seorang raja yang bijaksana, adil dan kasih sayang kepada rakyatnya, menepati sebagai adat istiadat seorang raja. Kemudian baginda jadi raja pendeta, artinya seorang raja yang menjadi pendeta, bukan raja sekalian pendeta – bergelar Begawan Abyasa, di gunung Retawu atau Saptarengga. Waktu bertahta bernama Prabu Kresnadipayana.
Kemudian Sang Begawan Abyasa meninggalkan jaman fana ini pindah ke jaman baka dengan sempurna senyawa-raganya dan dijemput dengan kendaraan cahaya oleh Dewa.


Bentuk Wayang



Prabu Kresnadipayana bermata jaitan, hidung mancung, berjanggut. Bermahkota, berjamang tiga susun dengan garuda membelakang, berpraba. Berkain bokongan kerajaan dan bersepatu. Begawan Abyasa, ialah Prabu Kresnadipayana setelah jadi pendeta berdestar meruntai ke belakang, berjamang dengan garuda membelakang, sunting sekar kluwih, berbaju dan berselendang, bersepatu. Berkain rapekan pendeta.
Sebelum muksa (wafat, hilang dengan badan kasarnya), Begawan Abyasa berkeliling diiring oleh keluarga Pandawa dan keturunannya ke luar kota (negeri), melihat bekas-bekas tempat perang Baratayudha dengan terharu. Dimana Baginda mengetahui tempat-tempat bekas gelanggang perang, yang rusak segera diperbaikinya, dimana, mengetahui jiwa-jiwa mengetahui yang belum sempurna, disempurnakanlah dengan puja. Dan ketika Sang Begawan mengetahui jiwa Pendeta Durna belum sempurna, maka titah Baginda kepada Pandawa, supaya mereka menyempurnakan jiwa itu, karena Sang Pendeta Durna juga guru para Pandawa dilakukanlah. Kejadian ini mengharukan rasa hati segala kerabat Pandawa, karena mereka melihat bekas yang tak menyedapkan pada pemandangan. Usia Sang Begawan lanjut, hingga mengetahui lahir cicit Baginda, ialah Raden Parikesit. Nama Kresnadipayana ini setelah Raden Parikesit bertahta sebagai raja di Hastinapura dipakainya.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.
(http://wayangku.wordpress.com)

Jumat, 18 Oktober 2013

Posted by EXCEL & VBA TUTORIAL On 23.49

Renungan Diri

Ketika semua telah berubah, saat dimana aku menjadi orang yang selama ini orang tuaku harapkan, menjadi kebanggaan, menjadi panutan, menjadi harapan, yang mungkin tak dapat aku hindari, betapa aku bahagia dapat mewujudkan cita - cita beliau.

Perjuangan yang tanpa henti telah dilakukannya untuk ku, demi masa depanku, dan demi kebahagiaanku. Tak perduli hari ini makan apa, esok makan apa, yang terpenting baginya adalah aku meraih kesuksesan dalam hidupku. 

Menjadi penjual daun pisang, buruh bangunan, buruh tani, hingga akupun ikut terjun dalam susah dan sulitnya mencari sesuap nasi, sempat aku berfikir, inikah saat dimana aku dan keluargaku benar - benar diuji???????


Kami memang bukan keluarga berada, harta tak punya, sawah apalagi, yang ada hanya setitik cita - cita dan harapan kedua orang tua, yang senantiasa berdo'a untuk anak - anaknya, semoga kelak menjadi manusia yang berguna , membantu orang tua, membuantu keluarga dan membantu sesama.